Dosen dan Mahasiswa PKAUD Kembangkan APE Berbahan Limbah Kelapa

Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) melaksanakan kegiatan Praktek Pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) menggunakan bahan limbah kelapa yang bertempat di ruang aula mini PKAUD pada 16 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang terintegrasi dengan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan dosen, mahasiswa, serta mitra pendidikan anak usia dini sebagai bentuk kolaborasi dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman langsung dalam merancang dan mengembangkan APE dengan memanfaatkan bahan limbah kelapa yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, dosen bersama mahasiswa mempraktikkan proses pembuatan berbagai jenis APE kreatif yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak usia dini. Limbah kelapa dimanfaatkan sebagai bahan utama karena memiliki karakteristik yang aman, ramah lingkungan, serta ekonomis. Pemanfaatan bahan ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam menciptakan media pembelajaran yang edukatif sekaligus mendukung pembelajaran berbasis lingkungan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Anak-anak terlibat secara aktif dalam penggunaan APE yang telah dikembangkan, sementara dosen dan mahasiswa memberikan pendampingan, arahan, serta stimulasi pembelajaran yang menyenangkan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan bahwa APE berbahan limbah kelapa mampu menarik minat anak dan mendukung pengembangan aspek kognitif, motorik, sosial, dan emosional anak usia dini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa PKAUD memiliki keterampilan dan kompetensi dalam mengembangkan serta mengimplementasikan APE berbasis bahan sekitar di satuan PAUD. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan limbah sebagai media edukatif yang bernilai guna, sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berwawasan lingkungan.